Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

 


Aktualinvestigasi.com|Kabupaten Tangerang|Pemerintah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, menggelar pencanangan Gerebek Posyandu untuk mencegah dan menekan angka stunting di Kabupaten Tangerang khususnya untuk Wilayah Desa Tegal Kunir Kidul yang di laksanakan di Posyandu Desa Tegal Kunir Kidul, Jumat (7/6/2024).

Camat Mauk Khalid Mawardi menjelaskan, Gerebek Posyandu adalah upaya dalam mengentaskan masalah stunting di Kabupaten Tangerang. Khususnya di wilayah kecamatan Mauk ini.

Saya berharap dengan adanya kegiatan ini kesehatan dan tumbuh kembang seluruh balita dapat terdata dengan baik dan mereka dapat lebih rutin untuk mengunjungi posyandu. Sehingga nantinya, dapat menekan angka stunting di Kecamatan Mauk.


Lanjut, Kholid, Dalam kegiatan Gerebek Posyandu balita-balita yang dibawa menjalani penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan serta diberikan makanan sehat bertujuan mengatasi stunting.

Sementara Kepala Desa Tegal Kunir Kidul, Ahmad Syarifudin mengatakan, ” Adanya program Gerebek Posyandu adalah prioritas kabupaten tangerang mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat agar kasus stunting di kecamatan mauk khususnya desa tegal kunir kidul bisa berkurang dan teratasi.”tukasnya.

Dirinya berharap, kegiatan terlaksana dengan baik dan lancar dan bisa mencapai target maksimal.

Kegiatan dihadiri Pemdes Tegal Kunir Kidul, Tim PKK, Tim Puskesmas, dimonitoring Sekda Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Catatan Sipil, Camat Mauk dan Staf, Kamtibmas, Binamas, Babinsa dan tamu undangan lainnya. Dan para orang tua balita berlomba-lomba mendatangi Posyandu ditiga lokasi yang sudah disiapkan pemerintah desa tegal kunir kidul kecamatan mauk guna mengikuti pemeriksaan kesehatan.

Reporter : Nuryadi

September 30, 2023


AktualInvestigasi.com_Tangerang, Dalam  rangka memperingati hari tuna rungu sedunia Yayasan Yuli Hendro Priono (YHP) Foaundation gelar pengobatan gratis selama 3 hari di Pasar Modern Intermoda BSD city, Jalan Raya Cisauk, Desa Sampora, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.


Pengobatan alternatif gratis ini, sebagai bentuk rasa sosial tinggi untuk masyarakat, dengan mengangkat tema Berbagi Kebaikan Bersama Intermoda BSD City Peduli di hari Tuna Rungu.


Diketahui berdiri sejak tahun 2018, Pasar Modern Intermoda memiliki 220 lapak kering dan basah serta memiliki 539 kios dan 56 ruko. Pasar modern intermoda ini merupakan konsep baru dari sebuah pasar yang dimiliki oleh Sinarmas Land.


Dalam kesempatan tersebut H.Yuli Hendro Priyono selaku Founder dari Yayasan (YHP) Foundation mengatakan, bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dalam mewujudkan misi kemanusiaan


"Dalam rangka memperingati Hari Tuna Rungu Sedunia pada tanggal 28 September 2023 , Yayasan YHP Foundation digandeng oleh Pasar Modern Intermoda BSD City menggelar pengobatan alternatif secara gratis," kata Yuli disela kegiatan, Sabtu (30/09/2023)


"Event ini akan berlangsung selama tiga hari, Dari tanggal 29 September sampai dengan 1 Oktober 2023, Pengobatan alternatif gratis, nantinya akan melayani sebanyak 300 pasien setiap harinya," pungkasnya.


Yuli menjelaskan pengobatan alternatif gratis tersebut, terbuka untuk umum, dan mulai pukul 9 pagi sampai dengan pukul 17.00 Wib.


"Nantinya melayani pengobatan diantaranya penyandang Tunarungu, Tunawicara, saraf kejepit, sinusitis, katarak, kista, vertigo, migrain, asam lambung, ambeien, asma, TBC hingga berbagai jenis penyakit-penyakit lainnya." terangnya.


"Yang berdatangan banyak dari berbagai daerah, informasi yang mereka dapatkan dari promosi di Tiktok, sampai ada ibu-ibu yang datang dari Cirebon membawa anaknya datang ke sini ke BSD, anaknya sakit Tuna Rungu, Alhamdulillah sudah bisa mendengar langsung tadi, " Ujar H. Yuli.


Ditempat yang sama, Jefri Setiawan Section Head Manager Marketing Pasar Modern Intermoda BSD City mengungkapkan, rasa bangga dan terharu begitu bermanfaatnya YPH membuka pengobatan alternatife gratis di wilayahnya. 


"Warga sekitar Pasar Modern Intermoda merasa senang kedatangan YPH Foundation, memperingati hari tuna rungu sekaligus mengobati warga yang sedang sakit, ini baru pertama kalinya pengobatan Alternatif yang datang ke Pasar Modern Intermoda, " kata Jefri. 


"Saya berharap warga yang sakit bisa terobatkan adanya YPH disini, Yang hebatnya warga dari luar kota berdatangan,  bertanda pengobatan H. Yuli banyak yang berhasil, apabila ramai kami akan lanjutkan kegiatan ini terus menerus, " Tutup Jefri.


Rumini, Pasien yang berasal dari Cirebon merasa sangat terbantu dengan adanya pengobatan alternatif gratis yang diadakan Yayasan YHP Foaundation dan merasa senang karna pengobatan ini diadakan secara gratis 


"Saya tau ada pengobatan gratis ini dari Sosial media (Sosmed), Baru kali ini ikut pengobatan alternatif gratis  sama sekali gak ada biaya apapun," ungkapnya.


Ibu Rumini menejelaskan,anak saya tidak bisa mendengar dan bicara sejak dari lahir dan allhamdulillah baru satu kali berobat sudah ada perubahan, udah bisa mendengar dan udah bisa ngomong sedikit demi sedikit, tau petunjuk ini dari Tik tok makanya jauh-jauh datang kesini.


"Insyaallah besok kembali lagi sampai 3 kali, jadi 2 kali lagi terapi, tadinya berobat ke rumah sakit tapi cuma dikasih alat aja," pungkasnya. 


Rumini berharap anak perempuannya yang cacat dari lahir agar cepet sembuh.


"Semoga anak saya cepet sembuh sampai besar seterusnya lah karna ini juga sudah dewasa sudah 21 tahun," harap rumini.


"Allhamdulillah ya Allah, Terimakasih untuk Yayasan YHP sudah melaksanakan pengobatan gratis ini." Tegas Rumini dengan bangga dan haru.


Selain gelaran pengobatan alternatif secara gratis, event berbagi kebaikan bersama Intermoda Peduli ini juga menggelar Bazzar anak berkebutuhan khusus UMKM serta Workshop kopi.



Red / (Atr)

September 29, 2023



AktualInvestigasi.com_Lebak-Banten, Pelayanan pegawai di Rumah Sakit Umum Daerah Adji Darmo (RSUD Adji Darmo), Rangkasbitung, kembali dikeluhkan sejumlah keluarga pasien yang berobat di RS milik Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten,


Keluarga pasien, terpaksa harus antre berjam-jam untuk mendapatkan obat di pelayanan instalasi farmasi.


Salah seorang keluarga pasien dari Maja, Kecamatan Maja, sebut saja Susan, harus rela antre  sejak pagi hingga siang hari untuk mendapatkan obat sesuai dengan resep yang diberikan dokter.


“Melelahkan dan cape nunggu, dari pagi, mas!. Bahkan ada yang sampai menginap di rumah sakit loh.  Saya mah datang  pagi tadi sekitar jam 09.00 WIB baru dapat antrean obat siang sekitar pukul  jam 14 : 00 Wib lewat. Antreannya  sampe 200  orang lebih,  dan harus  menunggu,” katanya,  kepada media, Jum'at sore (29/9/2023) 


Sementara, keluarga pasien dari Rangkasbitung, yang anaknya mengalami kecelakaan dan diperlukan scan, mengeluh, karena saat akan dilakukan scan, harus ke RS Misi.  Alat CT SCAN milik RSUD Adjidarmo, yang digunakan untuk scan organ tubuh seperti kepala, jaringan lunak, pembuluh darah, dan tulang, sejak setahun lebih tidak berfungsi karena rusak.




"Ada sekitar setahunan, alat CT scan kondisinya rusak. Kemarin kemarin juga masih dalam perbaikan. Untuk perbaikan juga ada prosedurnya dan tidak segampang yang diduga. Pas kita ngajuin kesana kan diliat dulu, kan itu alat sudah lama pengadaannya, sekitar lebih 12 (dua belas) tahun lalu,”kata  Ati Rosmiati,  Adminkes RSUD Adjidarmo, menjawab pertanyaan media.


Menurut  Ati Rosmiati,  management RSUD Adji Darmo, sudah melakukan perbaikan tetapi membutuhkan biaya yang sangat besar, alih-alih dana yang ada difokuskan untuk obat-obatan yang sangat di butuhkan pasien.


"Untuk pasien yang diperlukan CT SCAN kita udah MoU dengan Rumah Sakit Misi dan Rumah Sakit Kartini. Dan untuk perbaikan juga tidak mungkin karena membutuhkan biaya yang tidak sedikit, diperbaiki juga percuma nanti gampang rusak kayanya harus beli baru," sambung Ati.


Direktur RSUD Adji Darmo, dr. Budi Mulyanto, saat akan ditemui,  Jumat (29/9/2023) tidak bisa ditemui. "Maap pa, harus janjian dulu kalo mau bertemu dengan direktur,"kata staf RSUD. 


Sementara Humas RSUD Adji Darmo, Robi, membantah terkait isu jual-beli ruangan rawat inap yang selama ini sudah menjadi pembicaraan publik.

"Itu tidak benar, dulu pernah ada tapi itu dilakukan bukan dari pegawai rumah sakit, orang luar itu, dapat info dari mana ya haduh,"kata Robi Humas RSUD Adjidarmo.


RSUD Adjidarmo Rangkasbitung milik Pemda Lebak, berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan sesuai data di Kemenkes, termasuk kedalam RS Type B. RS ini memiliki ruang rawat inap;  VVIP  satu kamar, VIP 12 kamar, kelas 1 sebanyak 40 kamar, kelas II sebanyak 34 kamar, kelas 3 sebanak 135 kamar.


Dalam ulasan di google RSUD Adji Darmo, dari 356 reponden, diantaranya; Fikri Jul, menyatakan;”Antrian rawat jalan banyak calo yg bekerjasama dengan oknum staff.. 2. Tenaga kesehatannya tidak ramah.. 3. Rawat jalan tidak ramah kaum difabel (tidak tersedianya kursi roda). 4. Kurangnya informasi mengenai perubahaan jadwal dokter. 


Kabupaten lebak itu luas kasian buat pasien yg datang jauh jauh dan datang dini hari tapi dokternya gaada. 5. Farmasi rawat inap dan rawat jalan sama sama lambat. Di farmasi rawat inap 20 menit nunggu petugas hadir dimeja kerja. Bukan nunggu di siapkan obat".


Sementara, Lukman Hakim Nadzari, menyatakan, "Pasien IGD dateng dari jam 4 sore udah jam 12 dini hari belum dapat kamar juga, keburu yg jagain pasien sakit juga ini mah. Mereka enak shift"fan. Kamar penuh ga ada informasi ke pihak keluarga pasien. Woy yang bener dong nih pelayanan makin hari makin buruk saja".


Kemudian, Yunita Hadiyanti, dalam responnya menyatakan;"Pelayanan terburuk. Di ruang IGD dari jam 5 sore sampai jam 11 malam belum juga dapat ruangan rawat inap katanya penuh untuk yang BPJS. 


Kita minta naik kelas ke VIP katanya juga ruangannya penuh. Pelayanannya buruk, bagaimana bisa pasien IGD penanganannya lambat. Rumah sakitnya juga seram dan kotor. Cukup lah kali ini aja terakhir".


Lalu, Anita gita menyatakan;"Pelayanannya jelek, lambat dan aneh. Penunggu pasien tidak boleh diganti sebelum jam besuk mulai, kalo penunggu pasien sakit mau tanggung jawab apa RS? Tempat perawat tidak ada yang stand by!


Gimana kalo ada pasien yang gawat darurat? Walaupun beban kerja dan tingkat stres perawat cukup tinggi tetapi perawat juga harus bisa care dan lebih ramah lagi kepada pasien. Komunikasi terapeutiknya tidak ada. 


Tidak perlu terlalu ramah yang penting pasien dan keluarga pasien dapat memahami apa yg terjadi dan merasa aman nyaman karena sudah masuk rumah sakit.. bukan masuk rumah sakit malah makin sakit atau makin stres,


Sementara, Welder staniles stel, menyatakan; “rumah sakit aneh. Banyak suster baru belajar menagain pasien, Dan aneh ya lagi, udah tau pasien lagi sekarat. Butuh pertolongan. Sudah sampe RS suruh di tunggu sesuai antrian. Untung gak terjadi apa apa, kalo terjadi hal yang aneh, saya tuntut itu RS. Buat pelajaran aja kalo RS Ajidarmo Rangkasbitung, penangan kurang bagus. Mending cari RS lain.


(tim) 


Red




Cisoka, Tangerang - aktualinvestigasi.com | Puskesmas Cisoka yang dipimpin oleh dr Endah Dwi Putrianti MARS, Kepala Puskesmas Cisoka, di wakilkan kepada Ahlun Novrial penanggung jawab program Leptospirosis beserta Ainur Rofiq perawat puskesmas Cisoka, melakukan sosialisasi program kerja di Desa Jengjing Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Rabu (24/5/2023) Pagi pukul 09.30 Wib.


Leptospirosis adalah adalah penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus dengan gejala dan tanda klinis yaitu demam mendadak, lemah, mata merah, sakit kepala, kekuningan pada kulit , nyeri otot bilamana masyarakat atau warga yang terdapat gejala tersebut segera ke puskesmas atau rumah sakit dengan menggunakan masker.



Penyakit Leptospirosis dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani segera adapun resiko penularannya bakteri Leptospirosis masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan banjir, genangan air sungai, danau, selokan, saluran air, sawah, dan lumpur.


Menurut Dr Endah selaku kepala puskesmas yang diwakilkan kepada Ahlun Novrial penanggung jawab program Leptospirosis bahwa pencegahan terhadap penyakit Leptospirosis dan Covid-19 dengan cara cuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas, membersihkan rumah dan sarang tikus menggunakan pelindung diri (sarung tangan, sepatu boot, dan masker), hindari kontak dengan genangan air bekas banjir dengan dirumah saja.


" Hari ini Kami adakan kegiatan penyuluhan penyakit leptospirosis di Desa Jengjing  yang disebabkan oleh tikus, kita berikan upaya pencegahan dan gejalanya, bahaya penyakit leptospirosis karena ditularkan oleh tikus yang bisa masuk ke makanan dan bisa menyebabkan sampai kematian, untuk hewan pembawa paling utama tikus selain tikus penelitian terbaru ada dari hewan seperti sapi , kambing , babi, dan anjing ," imbuhnya.



Masih bersama Ahlun " Agenda sosialisasi ini kita adakan untuk setiap desa, masih ada 9 desa lagi yang masih kita rencanakan, penyakit ini memang sudah lama tapi memang untuk sebarannya belum terlalu banyak tapi pernah juga di desa jengjing satu pasien ," ungkapnya.[Akt-020/Firman].

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus berupaya membantu penanganan Covid-19 di sejumlah daerah termasuk Papua. 

Dengan menggunakan Pesawat Boeing TNI AU AI 7303 yang di awaki oleh Mayor Pnb Dani, TNI mengirimkan sejumlah bantuan berupa alat kesehatan yang diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (2/8/2021).
 
Beberapa Alkes yang dikirmkan ke Papua diantaranya, 50 tabung oksigen, 150.000 Pcs masker medis, 1.000 Pcs APD, 1.000 Pcs sarung tangan medis, 20.000 Pcs Rapid Test Antigen yang keseluruhannya dari BNPB dan 50 buah Oksigen Concentrator dari Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet. 


Pendistribusian Alkes tersebut sesuai kebutuhan dan permintaan sejumlah Rumah Sakit yang ada di Papua. Nantinya sejumlah alat kesehatan  ini akan digunakan oleh beberapa Rumah Sakit yang ada di Papua untuk membantu penanganan Covid-19.
 
Pengiriman Bantuan alat kesehatan tersebut sesuai dengan ketentuan Peraturan Mendagri Nomor 1 Tahun 2021 tanggal 6 Januari 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) dan TR Panglima TNI Nomor TR/625/2021 tanggal 25 Juli 2021 tentang kegiatan PPKM Mikro, TNI mengirimkan sejumlah Alkes dari BNPB dan RSDC Wisma Atlet.
 
Bantuan yang diangkut menggunakan pesawat Boeing TNI AU AI 7303 ini take off dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur pada pukul 18.00 Wib dan akan transit di Lanud Hasanuddin Makassar Sulawesi Selatan sebelum melanjutkan penerbangan menuju Lanud Silas Papare Jayapura pada pagi harinya. 
 
Autentikasi :
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (KH) Dr. Drs. Edys Riyanto, M.Si.

NUSANTARAEXPRESS, SURABAYA  – Ahli dan Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular, Professor Dr. drh. Chairul Anwar Nidom, MS, memberikan tanggapan serius tentang adanya sebuah video yang viral di masyarakat terkait 'air keran mengandung virus Covid-19'.

Dalam video tersebut, ditampilkan seorang berseragam satpam mengambil air keran dengan botol bekas minuman ringan. Selanjutnya, air yang ditampungnya dengan botol itu diteteskannya ke sebuah Tester Kit Covid-19. Setelah menunggu beberapa saat maka pembacaan yang ditampilkan dalam Tester Kit itu menyatakan air keran tadi Positif tercemar Covid-19.

Hal ini telah meresahkan masyarakat karena di video tersebut juga menampilkan narasi agar tidak mempercayai lagi uji hasil Covid-19 yang selama ini dijadikan rujukan seseorang atau pasien dinyatakan Covid-19 atau tidak di masyarakat.



Setelah menyaksikan video yang di-share secara online itu, Prof. Nidom, demikian ia sering disapa, yang merupakan pakar dalam pengembangan riset dan kerja sama dengan berbagai lembaga internasional ini mengungkapkan bahwa standar peralatan yang digunakan di masyarakat selama ini kurang memadai.

"Standart Alat Test yang dipakai pada pengukuran sampel masyarakat selama ini kurang memadai," ujar Prof. Nidom yang juga pendiri dan pemimpin Yayasan PNF (Professor Nidom Foundation).

Untuk itu, tambah Nidom, diperlukan adanya suatu standart yang disahkan oleh Pemerintah hingga menjadi acuan bagi pengadaan alat test ukur sampel Covid-19 yang boleh beredar di masyarakat. Selain itu, juga dibutuhkan pengaturan interval waktu pada penyediaan alat test Covid-19 tersebut agar tidak terjadi masa daluwarsa alat test.

"Perlu juga diadakan kalibrasi secara waktu dan interval tertentu pada stok persediaan Test Covid 19 selama ini," jelas Prof. Nidom kepada redaksi KOPI dalam sebuah wawancara via telpon, Selasa (27/7/2021).

Fenomena video yang menampilkan hasil uji dengan menggunakan Test Kit Covid-19 ini bisa disebabkan oleh kesalahan kit itu sendiri, yang mengakibatkan terjadinya misreading atau penyimpangan pembacaan hasil test. Hal ini bisa disebabkan oleh tatacara penyimpanan yang tidak sesuai sebagaimana mestinya. Bahkan, bisa jadi kemungkinan ada-nya video ini didorong oleh persaingan bisnis pengadaan Test Kit Covid-19 itu sendiri.

Oleh karena itu, harap Nidom, masyarakat jangan segera terpancing oleh isu yang tertampilkan dalam video ini. Prof Nidom, yang merupakan Guru Besar Ilmu Biokimia dan Biologi Molekular Universitas Airlangga ini, menambahkan bahwa standarisasi tersebut diperlukan bukan hanya untuk paket Kit Antigen.

"Standarisasi itu perlu dilakukan untuk semua sarana atau fasilitas yang digunakan terkait pengendalian Covid-19 drvsts keseluruhan, seperti Kit PCR dan masker. Ini penting agar terjadi yang dinamakan tepat sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, yakni good laboratory practice (GLP) and good manufacturing practice (GMP)," terang Prof. Nidom serius.

Sampai saat ini, ujar Nidom lagi, kita tidak memiliki standarisasi vaksin yang saat ini diedarkan dan disuntikkan ke masyarakat. Hal tersebut juga bisa rawan terhadap kemungkinan pemalsuan.

Sehubungan dengan itu, Prof. Nidom, yang juga menjabat sebagai Ketua Peneliti dalam riset Covid-19 pada Yayasan PNF, memberikan himbauan ke masyarakat untuk mengikuti prosedur yang benar dalam pelaksanaan vaksinasi selama pandemi Covid-19 dan tetap menjalankan protokol kesehatan, seperti #pakaimasker, #cucitangan, dan #jagajarak. (IKUNG/Red)

NUSANTARAEXPRESS, JAKARTA - Seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 dan meningkatnya kebutuhan oksigen medis, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Persero memiliki solusi pemenuhan oksigen dengan memproduksi oxygen generator buatan dalam negeri.

RNI group melalui Anak Perusahaan Mitra Rajawali Banjaran (MRB) berinovasi memproduksi alat kesehatan bernama Hype Oxygen Generator yang dapat memproduksi gas oksigen secara mandiri mulai dari type 02G-50 yang mampu memproduksi oksigen 50liter/menit, 02G-100 dengan kemampuan produksi oksigen 100liter/menit, 02G-200 dengan kemampuan oksigen 200 liter/menit, 02G-300 dengan kapasitas produksi oksigen 300 liter/menit hingga 02G-500 dengan produksi oksigen 500 liter/menit.

Direktur Utama PT RNI (Persero), Arief Prasetyo Adi mengatakan inovasi ini sejalan dengan Instruksi Presiden No.6 Tahun 2016 kepada Menteri BUMN untuk meningkatkan kemampuan BUMN industri farmasi dan Alat Kesehatan (Alkes) melakukan pengembangan Alkes guna mewujudkan kemandirian dan daya saing industri alat kesehatan dalam negeri.

Arief menambahkan inovasi Alkes Oxygen generator ini mampu membuat pabrik oksigen secara mandiri di setiap Rumah Sakit tanpa bergantung dengan metode PSA (Pressure Swing Adsorption) yakni dengan memisahkan kandungan Nitrogen dari Udara, sehingga tercipta Oksigen dengan Purity 93% (+/- 2%) sesuai standard medis World Health Organization (WHO).

“Inovasi ini dilakukan pada Kuartal II/2021 dan beberapa Rumah Sakit telah melakukan pemesanan mulai type 50 Liter/ menit hingga type 200 liter/ Menit,” jelasnya.

Ia berharap lonjakan covid yang akhir - akhir ini menyebabkan kebutuhan oksigen meningkat dapat menjadi solusi bagi setiap Rumah Sakit untuk pertolongan penanganan Covid -19, sehingga masyarakat yang terpapar covid dan membutuhkan penanganan oxigen dapat segera terbantu jika setiap Rumah Sakit memiliki kelengkapan Alkes seperti oxygen generator yang memproduksi oksigen mandiri seperti pabrik di setiap Rumah Sakit.

Oxygen Generator ini, lanjut Arief, termasuk salah satu alat yang direkomendasikan WHO dalam pemenuhan kebutuhan Oxigen untuk penanganan Covid 19 dan RNI group siap melakukan pengadaan Alkes Oxygen Generator dengan kapasitas produksi 5 unit/1,5 bulan Hype Oxygen Generator buatan dalam negeri.

Sebagai upaya penanggulangan covid-18, RNI akan berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian maupun Kementerian Kesehatan untuk pengadaan oxygen generator di setiap Rumah Sakit. Kedepan tidak tertutup kemungkinan akan memperluas jaringan distribusi ke pelaku usaha atau pabrik - pabrik oxigen yang memproduksi secara retail produk oxigen untuk kebutuhan rumah tangga atau masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah. [Rls]

NUSANTARAEXPRESS, PAPUA - Paman (Pak Mantri), begitulah nama panggilan yang diberikan Niko Kasibmabin selaku Kepala Puskesmas Distrik Batom kepada personel kesehatan Pos Batom Satgas TNI Yonif 403/Wirasada Pratista yang membantu memberikan pelayanan kesehatan bagi warga Desa Batom di Pegunungan Bintang, Papua.

"Paman (Pak mantri) panggilan khusus saya kepada petugas kesehatan Satgas TNI dari Pos Batom,” ujar Niko Kasibmabin dalam keterangannya di di Batom, Kabupaten Pagunungan Bintang, Papua. Jumat, (26/03/2021).

Menurutnya, keberadaan personel kesehatan Satgas TNI itu sangat membantu dalam mengatasi kesulitan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga di Puskesmas Batom yang terbatas tenaga medis, alat kesehatan dan obat-obatan.



"Di Puskesmas, hanya ada 1 tenaga kesehatan yang resmi, untuk pelayanan sehari-hari dibantu oleh 5 relawan dari warga setempat yang sudah belasan tahun ikut membantu,” ucapnya.

Oleh karenanya, besar harapan Niko Kasibmabin agar tim kesehatan Pos Batom dapat berkantor dan memberikan pelayanan kesehatan setiap harinya di Puskesmas yang letaknya 500 meter dari pos Satgas TNI tersebut.

“Kami sangat senang atas kehadiran dan bantuan ini, selanjutnya berharap agar dapat dilakukan setiap harinya,” ujarnya.

Sementara itu, Dansatgas Yonif 403/Wirasada Pratista, Mayor Inf Ade Pribadi Siregar, S.E., M.Si., mengatakan selain bertugas mengamankan perbatasan negara, keberadaan satuannya juga berupaya membantu program pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah penugasannya di semua aspek kehidupan, salah satunya aspek kesehatan.

“Harapannya dengan pelayanan kesehatan ini, membantu mengatasi kesulitan masyarakat terhadap akses kesehatan dan mendukung pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan warganya,” katanya.

“Dalam pelaksanaannya, tentu saja tetap mempedomani prosedur satuan yang telah ada,” tambahnya.

Pada hari itu, ada belasan warga dari Distrik Batom yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Batom, salah satunya adalah Donatius Kalakmabin (15) yang datang diantar oleh ibunya dengan keluhan badan panas dan kepala pusing. Setelah dilakukan pemeriksaan Donatius, menderita sakit malaria dan selanjutnya diberikan pengobatan dari Paman Satgas TNI dan tenaga kesehatan Puskesmas Batom. (red)

NUSANTRAAEXPRESS, JAKARTA - Pandemi Covid-19 belum berakhir. Walau vaksin sudah mulai diberikan, namun pemberianya masih terbatas dan belum menjangkau komunitas wartawan/jurnalis yang juga garda terdepan dalam melawan Covid-19.

Oleh karenanya, peningkatan imunitas dan tetap melaksanakan protokol kesehatan masih menjadi upaya mencegah komunitas wartawan terpapar virus Covid-19.

Melihat hal tersebut maka Yayasan Peduli Jurnalis bersama PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) mencoba memberikan bantuan 3.000 paket suplemen herbal Herbamuno+ kepada komunitas wartawan guna meningkatkan imunitas tubuh.

Bantuan suplemen ini diserahkan Chief Finance Officer (CFO) PT Mustika Ratu Tbk, Jodi Andrea Suryokusumo kepada Ketua Umum YPJI, Andi Arif, Kamis, (14/1) di Kantor Pusat Yayasan Jurnalis Peduli Indonesia, Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

"Sementara vaksin belum sampai ke komunitas wartawan, maka kita coba upayakan peningkatan imunitas tubuh sambil tetap memperhatikan protokol kesehatan," ujar Andi.



Chief Financial Officer PT Mustika Ratu Tbk (MRAT), Jodi Andrea Suryokusumo menjelaskan, sistem daya tahan tubuh memang menjadi sangat penting di tengah pandemi maupun perubahan cuaca ekstrim yang sering terjadi di Indonesia.

[nextpage title="Next"]

"Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu dengan rajin mengonsumsi suplemen atau vitamin untuk membantu meningkatkan dan menjaga daya tahan tubuh," papar Jodi.



Mustika Ratu sebagai wellness holistic company, lanjut Jody, berkomitmen selalu mendukung Imun Kuat Indonesia Sehat terutama bagi rekan-rekan media agar selalu terjaga dalam menjalankan tugas.

"Herbamuno+ merupakan suplemen untuk membantu menjaga daya tahan tubuh rekan rekan media dapat kembali beraktivitas tanpa cemas.

Ditambahkan Jodi, dalam bahan dasar Herbamuno+, tiga diantaranya merupakan bahan utama yang dipercaya berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh sebagaimana yang disarankan BPOM.

"Herbamuno+ siap wujudkan Imun Kuat, Indonesia Sehat," pungkas Jodi.

Bantuan paket Herbamuno+ ini sendiri sudah disebarkan ke sejumlah komunitas jurnalis di Jabodetabek seperti Forum Wartawan Hiburan (Forwan), Forum Wartawan Polda Metro Jaya, Forum Wartawan Kemenkop (Forwakop), Forum Jurnalis Online (FJO), Panitia Hari Pers Nasional (HPN) Kota Depok, dan sejumlah komunitas jurnalis lainnya. [Rls]

NUSANTARAEXPRESS, KEEROM -  Awal tahun yang baru membuat semangat prajurit semakin tinggi, sebagai wujud kepedulian terhadap kualitas kesehatan masyarakat di perbatasan, tim kesehatan Pos Wembi Satgas Pamtas Yonif Raider 100/PS mengadakan kunjungan ke rumah-rumah warga dan melakukan pemeriksaan kesehatan di Kampung Wembi, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Sabtu,(02/01/2021).

Hal tersebut disampaikan Dokter Satgas Yonif Raider 100/PS Letda Ckm dr. Teguh Pratikto dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Keerom, Papua. Sabtu(02/01/2021).

Dokter mengatakan tim kesehatan Satgas Pamtas Yonif Raider 100/PS bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap warga di desa binaannya, kegiatan ini juga dilakukan untuk mempererat silaturahmi dengan harapan terjalin komunikasi yang baik antara satgas TNI dan warga. “Pelayanan Kesehatan Keliling kita lakukan dengan sistem door to door mengingat kebanyakan aktifitas warga yang sebagian ada di rumah sehabis merayakan malam pergantian tahun baru,” ucapnya.

[nextpage title="Next"]

Tambahnya, kesehatan tidak boleh disepelekan ataupun dibiarkan tetapi harus dijaga agar kita dapat beraktivitas setiap hari dengan maksimal, dengan kondisi kesehatan yang baik pula warga dapat melakukan kegiatan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tambah Dokter.

Sementara itu, kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dipimpin oleh Bintara Kesehatan (Bakes) Pos Wembi Serka Sapuan beserta 6 orang anggota lainnya. adapun penyakit yang diderita Ibu Jedi (24), yaitu sakit kepala dan sering pusing kemudian personil pos langsung memeriksa dan memberikan obat supaya penyakitnya bisa cepat sembuh.

Pelayanan kesehatan keliling merupakan program rutin, pemeriksaan yang dilakukan berupa pemeriksaan tensi, konsultasi dan pemberian obat serta vitamin sesuai dengan keluhan yang dialami warga, tidak lupa personil kesehatan satgas menghimbau kepada warga agar tetap menjaga protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid 19. [Pen Satgas Yonif Raider 100/PS]

NUSANTARAEXPRESS, MEDAN - Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Persatuan Istri Tentara Angkatan Darat (Persit) tahun 2020, Ketua Umum (Ketum) Persit Kartika Chandra Kirana, Ny. Hetty Andika Perkasa mendistribusikan paket bantuan ke seluruh Rumah Sakit TNI AD.(Senin 06 april 2020).

Dengan kepedulian niat hati yang tulus, dengan adanya perkembangan situasional saat ini merebaknya Virus Corona atau Virus Disease (Covid-19) di Indonesia, Ketua Umum Persit KCK Ny Hetty Andika Perkasa memberikan bantuan berupa makanan dan obat obatan kepada para tenaga medis penanggulangan Covid-19 Rumah Sakit Tentara TK IV/ Pekan baru melalui pesawat komersil bertempat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.



Pada kesempatan tersebut Kapendam I/BB Kolonel Inf Zeni Junaidhi, S.Sos menyampaikan "Kami atas nama Kodam I/BB mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh Ketua Umum Persit, karena ini sangat membantu dan dibutuhkan di tengah wabah Covid-19 ini, diharapkan agar imunitas para tenaga medis kita terjaga dan tubuh tetap prima,"ungkap Kapen

Kapendam I/BB berharap agar masyarakat melaksanakan semua imbauan pemerintah tentang pencegahan Covid-19 mengingat ancaman virus corona sangat luar biasa. “Ini dilakukan mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekitar.

“Dalam hal ini, kami akan mendukung sepenuhnya kebijakan-kebijakan Pemerintah Pusat maupun Komando Atas,” tegasnya.

Menurut Kapendam, bantuan dari Ketua Umum Persit KCK yang kami terima ada 8 koli yang kita terima, 6 koli untuk di Rumkit Medan 2 Koli, Rumkit Pematang Siantar : 2 koli, Rumkit Binjai : 2 koli dan Rumkit Pekanbaru : 2 koli. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk simpati Persit kepada tenaga medis di wilayah Kodam I/BB sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19,"terang Kapen

Tambahnya lagi Bantuan tersebut sangat berguna memenuhi kebutuhan dalam menangani penyebaran Covid-19. "Terutama kebutuhan untuk tenaga medis dan paramedis yang akan menangani COVID-19 ini,"

Hal ini dilakukan bertujuan meningkatkan rasa solidaritas, kebersamaan, tanggung jawab, tenggang rasa, dan rasa tolong menolong antar sesama dalam menangani penyebaran Covid-19. Tegasnya

Maka dari itu Semua pihak harus saling bahu-membahu membantu pencegahan dan penanggula ngan Covid-19. Menurutnya, dengan ditempuhnya opsi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh pemerintah pusat, tentu ada masyarakat yang merasakan dampak langsung.

“Dalam menangani virus corona ini perlu adanya kerjasama yang terjalin harmonis dengan semua elemen khususnya pemerintah dan masyarakat sehingga wabah virus mematikan ini dapat segera berlalu”. Tutup Kapendam I/BB

Sumber : Pendam I/ BB


NUSANTARAEXPRESS, BENGKALIS - Sehubungan dengan pemberitaan awal sesuai keterangan Kadinkes Bengkalis Dr. Ersan Saputra, bahwa pasien yang masuk status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait wabah covid 19 bertambah 1 merupakan warga Pulau Rupat.





Namun setelah dilakukan pengecekan, ternyata menurut Jubir Siaga Covid 19, Alwizar, bahwa pasien yang kini dirawat di RS Pertamina Dumai tersebut merupakan rujukan dari Klinik Sei. Pakning, Kec. Bukit Batu, bukan dari Pulau Rupat.





"Itu berita PDP dr Rupat yg dirawat di RS. Pertamina tu salah tu..yg benar rujukan dr Klinik Pertamina Sei Pakning ke RS. Pertamina Dumai, " ujar Alwizar melalui jejaring WhatsApp wartawan, Senin malam ini.





Sebelumnya telah di beritakan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkalis, Dr. Ersan Saputra mengatakan, bahwa PDP di rawat di RS Pertamina Dumai, karena jarak Rupat dengan Bengkalis cukup jauh.





Dijelaskan, bahwa RS Pertamina telah ditetap sebagai RS rujukan untuk cobud 19. Sedangkan riwayat pasien masih menunggu laporan dari Puskesmas.





"Yang pasti kemarin pasien ini sudah dilakukan PE (Penyelidikan Epidemiologi), "tambah Ersan.





Menurut dia, saat ini jumlah pasien ODP di Bengkalis sebanyak 3.521 orang, selesai dilakukan pemantauan 1.238 orang, dan masih proses pemantauan berjumlah 2.283 orang.





"Sejauh ini, PDP di Kabupaten Bengkalis berjumlah 15 orang, namun yang sudah sehat dan dinyatakan pulang 8 orang. Sedangkan sisanya 7 orang yang kini sedang menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.**Budi




NUSANTARAEXPRESS, BENGKALIS – Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar menetapkan status tanggap darurat bencana non alam akibat Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Provinsi Riau.

Status tanggap darurat dimaksud selama 57 hari, berlaku mulai hari ini, Jumat, 3 April s.d. 29 Mei 2020.

Penetapan status tanggap darurat tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts. 750/IV/2020.

Keputusan tertanggal 2 April 2020 itu berisi tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Non Alam Akibat Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Di Provinsi Riau Tahun 2020.

Beberapa pertimbangan yang menjadi dasar Gubri H. Syamsuar mengeluarkan keputusan tersebut, diantaranya adanya peningkatan eskalasi dampak penularan Covid-19 baik Orang Dalam Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan positif terkena Covid-19 di Provinsi Riau, maka diperlukan perlu langkah-iangkah untuk mengantisipasi dampak penyebarannya.

Kemudian, sesuai hasil kajian cepat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau pada tanggal 2 ApriI 2020, status siaga darurat bencana perlu ditingkatkan menjadi status tanggap darurat bencana.

“Pada saat Keputusan Gubernur ini mulai berlaku, Keputusan Gubernur Riau Nomor: Kpts. 596/III/2020 tentang Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Akibat Virus Corona di Provinsi Riau Tahun 2020 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku,” ujar Gubri H Syamsuar, dalam diktum keempat Keputusan Nomor Kpts. 750/IV/2020.

Di kalangan satuan tugas penangangan Covid-19 Kabupaten Bengkalis, informasi adanya Keputusan Gubri Nomor Kpts. 750/IV/2020 tersebut, untuk pertama kali diberitahukan Kalaksa BPPD H Tajul Mudarris.

Tajul membagikan informasi tersebut dengan membagikan duplikasi keputusan Gubri itu melalui layanan berbagi pesan WhatsApp (WA) pada pukul 18.46 WIB tadi.

Ingin tahu isi lengkap Keputusan Gubri Nomor Kpts. 750/IV/2020, silahkan klik di sini#DISKOMINFOTIK

Diberdayakan oleh Blogger.